Rabu, 07 April 2010


Bremani



Bambang Bremani adalah salah seorang putera Batara Brama.Ia adik Prabu Bremana.Sejak kecil Bremani mempunyai watak pendeta dan luhur budinya.Dialah yang membangun pertapaan Sapta Arga di Gunung Rahtawu.Mula-mula Bremani mempunyai istri bernama Dewi Sri Unon,puteri Batara Wisnu.Setelah istrinya melahirkan anak yang diberi nama Bambang Parikenan,kakaknya Bremani yang bernama Prabu Bremana menginginkan agar istri Bremani itu menjadi permaisurinya.Dewi Sri Unon tidak mau,namun suaminya,Bambang Bremani malah menganjurkan agar Dewi Sri Unon bersedia menuruti keinginan kakaknya,Prabu Bremana.

Dalam pewayangan,putera Bambang Bremani yang bernama Bambang Parikenan kelak menurunkan keluarga besar Pandawa dan Kurawa.Adapun silsilahnya,Bambang Bremani menurunkan Bambang Parikenan,kemudian menurunkan Resi Manumayasa,menurunkan Bambang Sekutrem,menurunkan Bambang Sakri,menurunkan Begawan Palasara,menurunkan Begawan Abiyasa yang bercucu para Pandawa dan Kurawa.

Selasa, 06 April 2010


Bremana



Prabu Bremana adalah putera Batara Brama yang menurunkan raja-raja di Alengka.Ibunya bernama Dewi Sarasati.Bramana pernah menjadi raja di Gilingwesi.Istrinya bernama Dewi Sri Unon,puteri Batara Wisnu.Sebelumnya Dewi Sri Unon adalah istri Bambang Bremani,adik Prabu Bremana.Sebelum diambil permaisuri oleh Prabu Bremana,Dewi Sri Unon sudah mempunyai anak dengan Bambang Bremani yang bernama Bambang Parikenan.Dari perkawinannya dengan Prabu Bremana,Dewi Sri Unon melahirkan seorang putri cantik,yang dewasanya kemudian diperistri oleh Prabu Banjaranjali,raja Alengka.

Senin, 05 April 2010


Brantalaras



Brantalaras adalah anak Arjuna dengan Dewi Larasati.Ia mempunyai kakak kandung yaitu Bambang Sumitra.Seperti kebanyakan putera Pandawa lainnya,Brantalaras gugur dalam Baratayuda.Waktu itu di hari ketigabelas Baratayuda,Brantalaras mendampingi Bambang Sumitra menghadapi Begawan Drona.Namun akhirnya mereka gugur terkena panah Drona.Peristiwa kematian Brantalaras dan Bambang Sumitra ini membuat Abimanyu marah besar,lalu menerjang ke depan untuk memburu Drona.Namun Abimanyu kurang waspada sehingga terjebak perangkap Kurawa.

Brantalaras kawin dengan Dewi Karnawati,putri Adipati Karna.Tadinya yang berminat meminang Dewi Karnawati ada dua orang,yaitu Lesmana Mandrakumara,putera mahkota Astina dan Brantalaras.Dewi Karnawati lalu mengajukan syarat.Putri Adipati Karna ini menginginkan bilamana kelak menikah ia ingin agar rambut sinomnya(rambut di dahi) dikerik dengan kuku Pancanaka.Lesmana Mandrakumara ternyata lebih dulu datang menghadap Bima yang memiliki kuku Pancanaka.Bima langsung menyanggupi permintaan putera Duryudana itu.Brantalaras yang datang terlambat,tidak berhasil mendapatkan kesanggupan Bima,sehingga ia sangat bingung.Untunglah Wisanggeni,saudara tirinya sanggup membantu.Wisanggeni lalu dengan kesaktiannya mengubah wujud Petruk menjelma menjadi Bima.Selanjutnya Brantalaras dan Bima palsu langsung bergegas menuju ke Awangga untuk menjumpai Dewi Karnawati.Dengan terpenuhinya syarat itu Brantalaras akhirnya kawin dengan Dewi Karnawati.Tak lama kemudian Lesmana Mandrakumara datang dengan Bima yang asli.Maka terjadilah pertengkaran antara Brantalaras dengan Lesmana Mandrakumara,Bima yang asli dengan yang palsu.Pada perang tanding itu Bima yang palsu berubah wujud menjadi Petruk.Namun Dewi Karnawati tetap menjadi istri Brantalaras karena telah menikah lebih dulu secara resmi.

Minggu, 04 April 2010


Batara Brama



Batara Brama adalah putera kedua Batara Guru.Ia tinggal di Kahyangan Duksinageni.Kahyangan ini disebut juga Hargadahana atau Argadahana.Istrinya ada tiga orang,yakni Dewi Saci atau Dewi Wasi,Dewi Rarasati,dan Dewi Saraswati.Diantara banyak anaknya,yang paling terkenal adalah Dewi Dresanala yang diperistri Arjuna.Perkawinan ini menghasilkan seorang cucu bagi Batara Brama,yakni Bambang Wisanggeni.

Batara Brama pernah melakukan tindakan yang tidak bijaksana dengan menceraikan Dewi Dresanala dari Arjuna.Dresanala kemudian diberikan kepada Dewasrani,meskipun dia sedang hamil tua.Tindakan Batara Brama ini akibat bujukan dan hasutan Batari Durga.Namun akhirnya Batara Brama menyadari kesalahannya.

Menjelang Baratayuda,Batara Brama mendapat tugas berat dari Batara Guru.Karena para dewa menilai tidak ada satu makhluk pun di dunia yang sanggup menandingi kesaktian Wisanggeni,Batara ditugasi untuk membunuh Wisanggeni.Brama lalu memanggil Wisanggeni dan menanyakan apakah Wisanggeni bersedia berkorban bagi kemenangan Pandawa di Baratayuda.Wisanggeni menyatakan sanggup.Batara Brama lalu menyuruh cucunya memandang salah satu titik diantara mata Batara Brama.Seketika itu juga tubuh Wisanggeni mengecil sampai menjadi debu.Dalam Mahabarata,tokoh Wisanggeni tidak ada.

Batara Brama tergolong dewa yang murah hati tapi terkadang bertindak kurang bijaksana.Suatu ketika,Batara Brama melihat kedua kakak beradik,Hiranyakasipu dan Hiranyawreka yang tekun bertapa selama berbulan-bulan.Ketika Batara Brama bertanya apa tujuan mereka bertapa.Mereka menjawab ingin memiliki kesaktian yang terkalahkan oleh makhluk apapun,termasuk para dewa.Dengan murah hati,tanpa berpikir panjang,Batara Brama mengabulkan permintaan itu.

Bertahun-tahun kemudian,setelah Hiranyakasipu menjadi raja Alengka dan Hiranyawreka menjadi raja Giyantipura,keduanya bersekutu melawan para dewa.Tentu saja para dewa menjadi kewalahan karena kesaktian kedua kakak beradik itu tidak tertandingi oleh makhluk apapun.Untunglah Batara Wisnu menemukan akal yang cerdik,ia mengubah wujudnya menjadi makhluk baru,yakni berbadan dewa tapi berkepala singa dan menamakan dirinya Narasinga.Dengan bentuk seperti itu,Batara Wisnu dapat mengalahkan dan membunuh kedua raksasa sakti itu.

Sabtu, 03 April 2010


Brajamusti



Brajamusti adalah salah seorang paman Gatotkaca,karena ia adalah adik Dewi Arimbi.Ia anak keempat Prabu Trembaka,raja Pringgandani,yang mati terbunuh ketika berperang melawan Prabu Pandu Dewanata.Abangnya yang sulung,Prabu Arimba,juga mati dibunuh Bima.Kakaknya yang nomor dua,Dewi Arimbi,menjadi istri Bima,dan sekaligus mewarisi tahta Kerajaan Pringgandani.Kakaknya yang nomor tiga,Brajadenta,ternyata kemudian memberontak ketika Dewi Arimbi mewariskan singgasana pada Gatotkaca.

Brajamusti tidak menyetujui pemberontakan yang dilakukan Brajadenta itu.Ia menentangnya,sehingga keduanya terlibat dalam peperangan,dan mati sampyuh.Keduanya tewas bersama-sama.Namun sebelum tewas,Brajamusti sempat menyadarkan abangnya bahwa perbuatannya itu keliru.Karena itu arwah kedua raksasa itu lalu menyusup masuk ke tubuh Gatotkaca.Brajadenta menempati telapak tangan kanan,sedangkan Brajamusti menyusup ke telapak tangan kiri.Dengan penyusupan ini,membuat kesaktian Gatotkaca menjadi bertambah.

Jumat, 02 April 2010


Brajalamatan



Brajalamatan adalah adik Brajamusti.Seperti saudaranya yang lain,mereka berujud raksasa.Setelah Brajadenta dan Brajamusti mati sampyuh,tewas besama-sama,Brajalamatan bersama adiknya,Prabakesah diangkat Gatotkaca sebagai senapati Kerajaan Pringgandani.

Brajalamatan berumur panjang.Pada peristiwa pemberontakan Brajadenta,ia bersikap netral.Ia hidup sampai Baratayuda selesai,dan sempat mengasuh anak-anak Gatotkaca,dan mendidik mereka dengan ilmu keprajuritan.Berkat asuhan Brajalamatan,anak-anak Gatotkaca sebagian besar menjadi senapati Kerajaan Astina pada masa pemerintahan Prabu Parikesit.

Kamis, 01 April 2010

WAYANG


Brajadenta


Brajadenta berujud raksasa,adik Dewi Arimbi,jadi termasuk paman Gatotkaca.Ayahnya bernama Prabu Trembaka,raja Pringgandani,yang tewas ketika berperang melawan Pandu Dewanata.Abangnya yang sulung,Prabu Arimba,yang mencoba membalas dendam atas kematian ayahnya malah tewas di tangan Bima.Itulah yang menjadi sebab Brajadenta dendam pada keponakannya sendiri,Gatotkaca.Ia menganggap Gatotkaca tidak berhak menduduki tahta Pringgandani.

Brajadenta beranggapan Gatotkaca adalah anak pembunuh abangnya,dan cucu pembunuh ayahnya.Dengan tujuan merebut kekuasaan,Brajadenta kemudian memberontak.Dalam usaha mencapai maksudnya Brajadenta mendapat dukungan dari Batari Durga dan para Kurawa.Namun justru ia dihalang-halangi oleh adik-adiknya,yaitu Brajamusti,Brajalamatan,Prabakesa,dan Kalabendana.Namun Brajadenta tetap pada niatnya.Untuk menggagalkan pemberontakan ini,dengan berat hati Brajamusti terpaksa berhadapan sebagai musuh dengan kakaknya.Dalam perang tanding ini tidak ada yang muncul sebagai pemenang,karena keduanya sama-sama tewas.

Namun sebelum sampai ajalnya,Brajamusti masih sempat menginsyafkan kekeliruan kakaknya.Itulah sebabnya setelah mereka mati,arwah kakak-beradik itu sepakat untuk merasuk ke tubuh keponakannya.Arwah Brajamusti masuk ke telapak tangan kiri Gatotkaca,sedangkan arwah Brajadenta ke telapak tangan kanannya.Dengan bersemayamnya arwah kedua raksasa itu di telapak tangannya,maka kesaktian Gatotkaca menjadi bertambah.Setiap kepala raksasa yang kena tempeleng Gatotkaca dipastikan akan pecah kepalanya.