Selasa, 15 September 2009

Kapak Corong





Kemajuan pola pikir manusia telah mengubah alat-alat kebutuhannya yang semula berasal dari batu dan tulang menjadi terbuat dari logam.Berbeda dengan batu,yang cukup dengan dipukul-pukul atau dipecah yang kemudian diasah baru akan didapatkan peralatan yang sesuai dengan kebutuhannya,namun untuk membuat peralatan dari logam membutuhkan teknik peleburan/pengecoran yang kemudian dilakukan teknik pencetakkan.Dikenal ada dua macam teknik cetak logam(perunggu) pada waktu itu,yaitu:
1).Teknik acire perdue atau cetakan lilin
Caranya ialah dengan membuat bentuk cetakan benda yang dikehendaki terlebih dahulu,yang terbuat dari lilin.Setelah membuat model dari lilin kemudian ditutup dengan lapisan tanah liat yang dilubangi di bagian atas dan bawah.Setelah itu dibakar,sehingga lilin yang terbungkus tanah akan mencair yang keluar melalui lubang bagian bawah.Selanjutnya cairan perunggu dimasukkan melalui lubang bagian atas,setelah pendinginan,maka cetakan itu akan pecah dan keluarlah benda yang dikehendaki.
2).Teknik bivalve atau setangkap
Caranya dengan membuat cetakan yang ditangkupkan dan dapat dibuka.Dimasukkan cairan perunggu,setelah dingin,tangkupnya dibuka,maka keluar bentuk yang dikehendaki.Cetakan ini terbuat dari batu/kayu.

Kebudayaan logam yang masuk di Indonesia berasal dari migrasi bangsa Deutro Melayu/Melayu Muda.Kebudayaan perunggu dan besi masuk secara bersamaan,sehingga sulit menentukan mana yang lebih dahulu masuk ke Indonesia.Kebudayaan perunggu pada jaman prasejarah yang terkenal adalah dari daerah DongSon,Vietnam Utara,sedangkan kebudayaan besi berasal dari Sa Huynh,Vietnam Selatan.Salah satu barang kerajinan perunggu yang terkenal adalah kapak corong.Pada dasarnya bentuk bagian tajamnya tidak jauh berbeda dengan kapak batu,hanya pada bagian tangkainya yang berbentuk corong.Corong ini sebagai tempat untuk tangkai kayu.Disebut juga sebagai kapak sepatu,karena diumpamakan kapaknya seperti sepatu,dan tangkai kayunya disamakan dengan kaki.Ada variasi bentuk dari kapak corong,yaitu candrasa,dimana salah satu sisi tajamnya memanjang,bentuknya sangat indah dan dilengkapi dengan hiasan.Candrasa ini diduga tidak berfungsi sebagai alat pertukangan atau pertanian,melainkan beralih fungsi sebagai alat perlengkapan upacara keagamaan dan tanda kebesaran penguasa.Daerah persebaran kapak corong ialah di Sumatera Selatan,Jawa,Bali,Sulawesi Tengah dan Selatan,pulau Selayar,serta Irian dekat danau Sentani.Selain kapak corong,ada juga arca-arca dari perunggu.Arca/patung ini berbentuk manusia atau binatang,ukurannya kecil-kecil dan memiliki cincin di bagian atasnya,kemungkinan dipakai sebagai alat penggantung.Sehingga tidak mustahil arca-arca ini digunakan sebagai liontin/bandul kalung.Daerah penemuan arca ini di daerah Bangkinang(Riau),Palembang(Sumsel),dan Limbangan(Bogor).Selain alat-alat yang terbuat dari perunggu,ada juga alat-alat yang terbuat dari besi,walaupun jumlahnya sedikit.Jenis barang yang terbuat dari besi diantaranya adalah kapak,sabit,pisau,cangkul,pedang,tongkat,dan tembilang.Daerah penemuannya ialah di Bogor,Wonosari,Ponorogo dan Besuki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar