Senin, 14 September 2009

Kapak Sumatera


Disebut dengan kapak Sumatera,karena kapak ini paling banyak ditemukan lokasinya di pesisir timur Sumatera yaitu antara Langsa dan Medan.Para arkeolog menyebutnya dengan pebble.Kapak ini diduga merupakan hasil kebudayaan jaman Mesolithikum,dimana manusia pada waktu itu sudah mulai hidup menetap,namun kadang juga masih berpindah-pindah atau semi nomaden.Mereka hidup menetap di gua-gua atau di pinggir pantai,sehingga disebut juga dengan abris sous roche atau Kjokkenmoddinger(sampah dapur).Abris sous roche adalah gua-gua yang digunakan sebagai tempat tinggal dan perlindungan dari cuaca dan binatang buas.Penelitian pertama dilakukan di gua Lawa di dekat Sampung,Ponorogo(Jawa Timur).Kebanyakan alat-alat yang ditemukan di gua Lawa itu adalah berasal dari tulang,tidak ditemukan adanya pebble atau hache courte sebagai inti dari kebudayaan mesolithikum,sehingga sering disebut dengan Sampung Bone Culture.Abris sous roche juga terdapat di gua Besuki,Bojonegoro(Jawa Timur),pulau Timor dan Rote,dan di gua Leang Patae,Lomoncong,Sulawesi Selatan yang pendukungnya adalah suku Toala yang sampai sekarang masih ada.Sedangkan sampah dapur ini merupakan tumpukan kerang dan siput yang telah membatu sampai setinggi 7 meter.Dan di sekitar kerang itu ditemukan kapak genggam yang sama sekali lain dengan kapak genggam di jaman Paleolithikum,yang dinamakan pebble atau Sumateralith(kapak Sumatera).Bentuk kapak ini lebih sempurna dan halus,bahannya dari batu kali yang dipecah-pecah.Selain pebble,ditemukan juga kapak pendek,setengah lingkaran,yang disebut dengan hache courte/kapak pendek.Kapak ini digunakan dengan cara digenggam.Disitu juga ditemukan batu pipisan/lumpang yang dipakai buat menghaluskan biji-bijian atau bahan cat berwarna merah.Fungsi cat merah mungkin buat upacara ritual atau ilmu sihir.Manusia yang hidup pada masa Mesolithikum itu jenis Homo sapiens dari ras papua melanosoide.Para peneliti kemudian mencari persebaran pebble dan kapak pendek sampai ke tempat asal mula ras Papua melanosoide di teluk Tonkin,Vietnam.Akhirnya ditemukan pusat pebble dan kapak pendek berasal dari Hoabinhian dan Bacsonian,Vietnam Utara,namun disitu tidak diketemukan adanya flakes,sedangkan di dalam abris sous roche banyak ditemukan flakes.Flakes justru banyak ditemukan di gua-gua pulau Luzon(Filipina),jadi kemungkinannya flakes masuk ke Indonesia melalui Formosa(Taiwan),Jepang,dan Filipina.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar