Minggu, 13 September 2009

Kapak Genggam








































Manusia purba di jaman paleolithikum,pada mulanya menggunakan batu sebagai alat yang dipakai buat menumbuk biji-bijian,membuat serat-serat dari pepohonan yang digunakan sebagai pakaian,membunuh binatang buruan atau sebagai senjata menyerang lawannya.Batu itu dibentuk juga sebagai senjata genggam yang mirip dengan kapak tetapi tidak bertangkai,yang kemudian sering disebut dengan kapak genggam,chopper(alat penetak),atau kapak perimbas.Pembuatan kapak genggam dengan cara memangkas salah satu sisi batu sampai menajam,dan membiarkan sisi yang lainnya apa adanya sebagai tempat memegang.Di Indonesia yang terkenal dengan kebudayaan paleolithikum ini banyak ditemukan di desa Ngandong dan Pacitan,Jawa Timur.Sehingga para ahli purbakala,sepakat membaginya ke dalam kebudayaan Ngandong dan Pacitan.Pada awalnya mayoritas kapak genggam ditemukan di permukaan bumi sehingga tidak diketahui pasti berasal dari lapisan tanah yang mana.Namun hasil penelitian terbaru pada tahun 1990-2000 di pegunungan seribu/sewu dengan cara penggalian/ekskavasi yang dilakukan oleh tim Indonesia-Perancis memastikan bahwa kapak genggam digunakan oleh manusia jenis Homo erectus.Kapak perimbas juga ditemukan di Jampang Kulon,Parigi(Jatim),Tambang Sawah,Lahat,Kali Anda(Sumatera),Awangbangkal(Kalimantan),Cabenge(Sulawesi),Sembiran dan Teruyan(Bali).Gambar paling atas adalah salah satu jenis kapak genggam dari daerah Teruyan,Bali.Di daerah Ngandong ditemukan juga alat-alat dari tulang yang bentuknya mirip belati dan ujung/mata tombak yang bergerigi pada sisi-sisinya.Adapun fungsinya untuk mengorek ubi atau keladi di dalam tanah serta buat menangkap ikan.Alat-alat dari tulang ini juga masuk kebudayaan paleolithikum dari Ngandong.Ada juga ditemukan alat-alat lain berupa serpihan-serpihan yang disebut dengan flakes,yang terbuat dari batu-batu biasa tetapi ada juga yang dari batu berwarna/caldeson.Berbeda dengan kapak genggam,flakes ini berukuran lebih kecil dan tajam,terutama terdapat di sekitar Sangiran,Pacitan,Gombong,Parigi,Jampang Kulon,Ngandong(Jawa),Lahat(Sumatera),Batturing(Sumbawa),Cabenge(Sulawesi),Wangka,Soa,Mangeruda(Flores).Contoh flakes bisa dilihat pada gambar paling bawah.Flakes ini berfungsi untuk menguliti hewan buruan,mengiris daging atau memotong umbi-umbian.Jadi fungsinya mirip dengan pisau sekarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar