Selasa, 15 September 2009

Kapak Persegi


























Nama kapak persegi diberikan oleh Van Hein Heldren atas dasar penampang lintangnya yang berbentuk persegi panjang atau trapesium,ada yang berukuran besar yang lazim disebut beliung persegi yang fungsinya sebagia cangkul/pacul,dan yang ukuran kecil disebut dengan tarah/tatah yang berfungsi sebagai alat pahat.Bahan bakunya selain dari batu biasa juga dari batu api/chalcedon.Kemungkinan yang terbuat dari batu chalcedon ini sebagai alat upacara suci,tanda kebesaran atau jimat.Daerah penyebaran asal kapak persegi ini dari jalur barat/Asia,yang menyebar ke pulau Sumatera,Jawa,Bali,Nusa Tenggara,Kalimantan,Sulawesi,dan Maluku.Sedang yang di Indonesia timur(jalur timur) menyebar kapak yang penampang melintangnya berbentuk lonjong,yang disebut dengan kapak lonjong.Bahan kapak lonjong dari batu kali berwarna kehitam-hitaman,bentuk keseluruhannya adalah bulat telur dengan ujungnya yang lancip sebagai tempat tangkainya,sedang ujung yang lainnya diasah sampai tajam,permukaannya halus merata.Yang berukuran besar disebut sebagai Walzenbeil,sedang yang kecil disebut dengan Kleinbeil.Fungsinya sama dengan kapak persegi.Daerah penyebarannya di Minahasa,Gerong,Leti,Seram,Tanimbar dan Irian.Dari Irian kapak lonjong ini akhirnya menyebar sampai ke kepulauan Melanesia,sehingga sering disebut dengan Neolithikum Papua.Selain kapak persegi dan lonjong juga terdapat barang-barang gerabah/belanga,perhiasan,dan pakaian.Gerabah pembuatannya masih sederhana,tidak dengan roda pemutar,hanya dengan tangan.Perhiasan terbuat dari batu-batu berwarna,permata,dan kerang.Pakaiannya terbuat dari kulit kayu.Manusia pendukung kebudayaan Neolithikum ini dari ras Proto Melayu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar